Jumat, 02 Maret 2012

SD NEGERI 4 BALUK - NEGARA

Kepala Sekolah, I Gusti Ayu Komang Ningsih, S.Pd.
TERBENTUR DANA MENJELANG PERSIAPAN LOMBA 
UKS TINGKAT KABUPATEN

Jalanan Desa Baluk dipadati murid sekolah dasar yang sedang berlatih gerak jalan. Beragam yel-yel lucu nan bermakna tiba-tiba menarik perhatian setiap mata yang memandangnya. Ada yang terheran, ada yang memberi sambutan, dan ada pula yang menyoraki. Sebentuk perhatian terhadap pasukan gerak jalan dari salah satu sekolah dasar di Baluk itu berasal dari kalangan siswa-siswi SD Negeri 4 Baluk di Negara.

Beberapa diantara 155 murid SD Negeri 4 Baluk itu ada yang memperhatikan pasukan gerak jalan itu dari pagar sekolah dan ada pula yang berani menerobos keluar pintu gerbang. Akan tetapi, guru-guru sama sekali tidak memberikan reaksi berlebihan terhadap perilaku murid-muridnya. “Ya, biarkan saja mereka menonton sambil mencari tahu teori gerak jalan,”celetuk salah satu guru sembari mengawasi gerak-gerik muridnya dari ruang guru.

Di saat yang sama, Kepala Sekolah I Gusti Ayu Komang Ningsih, S.Pd., menemani Bali Bicara berbincang tentang sekolah yang berdiri sejak 1 April 1976. Tak hanya Ningsih, salah satu guru yang lain pun turut berkisah. “Dari segi sosial dan ekonomi, dulu SDN 4 Baluk adalah sekolah yang paling lacur dibandingkan semua sekolah dasar yang ada di Desa Baluk. Akan tetapi, sekarang keadaan itu sudah bisa ditepis lantaran mulai tumbuh kesadaran dari kalangan orang tua murid dan warga sekitar untuk memberikan sumbangsih terhadap sekolah ini,” ujar guru kelas tiga Drs. I Putu Tumulla Esnawa.

Ningsih menambahkan, kondisi yang mulai kondusif ini juga tidak terlepas dari dedikasi I Komang Wiasa, seorang anggota komite sekolah yang juga sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jembrana. Katanya, Wiasa senantiasa berpartisipasi untuk pendidikan sekolah ini. Bahkan belum lama ini, ia juga yang memberikan uang saku kepada salah satu atlet SDN 4 Baluk yang piawai dalam olah raga panjat tebing.

Akan tetapi di dalam proses mewujudkan prestise sekolah yang sempurna tentu saja sekolah ini masih haus perhatian dan partisipasi dari segala pihak terutama pemerintah. Seperti apa yang tengah dikeluhkan saat ini, dimana pihak sekolah tengah kelimpungan menghadapi kondisi ruang UKS yang sempit, terlebih setelah SD Negeri 4 Baluk dinobatkan sebagai duta Kecamatan Negara untuk lomba UKS tingkat Kabupaten Jembrana pada tahun mendatang.

“Kalau menurut pandangan saya, ruang UKS di sini sudah tidak layak atau tidak memenuhi syarat sebagai UKS yang ideal karena ruangannya sempit. Ukurannnya hanya 3 x 2 meter. Selain itu, syarat lain yang mendukung dari lomba UKS adalah keberadaan wastafelnya. Sedangkan kami di sini sama sekali belum memilikinya. Untuk sementara, kami hanya gunakan timba yang disangga dengan kaki berbentuk tripod. Prasarana yang seadanya itu bukan syarat yang cukup untuk tercapainya UKS yang ideal,” ungkap kepala sekolah yang sebelumnya menjabat sebagai guru di salah satu sekolah dasar di Banjar Tengah.

Kriteria lainnya yang dinilai dalam lomba UKS adalah terciptanya kesehatan kantin sekolah dan toiletnya. Sementara di SD Negeri 4 Baluk, posisi kantin sekolah pun bermasalah karena berdampingan dengan toilet. Tak jarang kondisi ini pun memicu polemik dari beberapa pihak, seperti ketika kunjungan Camat Negara beberapa waktu lalu. Pihaknya pernah diberi peringatan karena letak kantin dan WC yang hanya disekat oleh gudang sekolah dianggap menyalahi aturan. Bau WC itu akan terkontaminasi ke makanan yang ada di kantin.

Dalam upaya menjaga kesehatan segenap warga sekolah, salah satu diantaranya juga bertolak ukur pada toiletnya. Sebagai syarat yang ideal, satu toilet cukup untuk menampung sekitar 20 murid. Sedangkan yang ada sementara hanyalah sebuah kamar mandi guru, sebuah toilet untuk para guru, dan sebuah toilet dengan tiga sub ruang untuk 115 murid. Ditinjau dari kapasitasnya, toilet untuk murid baru bisa dikatakan ideal apabila sudah memenuhi minimal lima toilet untuk jumlah keseluruhan murid.

Tidak hanya itu, tambah Ningsih, sesuai dengan kunjungan Camat Negara ke sekolah ini beberapa waktu yang lalu, Camat Negara pula menyarankan agar satu unit gedung sekolah di sisi timur lapangan upacara bendera paling selatan untuk segera diangkat ketinggiannya agar sejajar dengan ketinggian gedung-gedung lainnya di utara. Alasannya, jika itu tidak disejajarkan selamanya akan mengurangi estetika pemandangan gedung sekolah.


Tidak berhenti sebatas itu, permasalahan klasik dimiliki SD Negeri 4 Baluk terkait sertifikat tanah sebagai bukti kepemilikan lahan yang otentik. “Sejak sekolah ini didirikan, kami memang belum memiliki sertifikat tanah. Saat ini dalam proses pembuatan sejak dikonfirmasi kepada pihak terkait dua tahun lalu. Memang waktu pembelian tercatat 30 are. Akan tetapi setelah pengukuran yang dilakukan pihak terkait diklaim 28,5 are,” ungkap Ketut Delon selaku staf Tata Usaha.

Beberapa permasalahan tersebut memang cukup membuat pihak sekolah kelimpungan, terutama dalam hal biaya atau sumber dana yang saat ini sangat dibutuhkan pihak sekolah dalam upaya perbaikan atau rehabilitasi beberapa bangunan yang dikatakan tidak layak itu. “Saat ini kami berharap masyarakat pro aktif, utamanya menyangkut kondisi sekolah menjelang lomba UKS mendatang. Sebab, saat ini kami sangat kesulitan mencari sumber dana, setidaknya untuk memperbaiki bangunan yang dianggap tidak layak dalam syarat lomba. Kami berharap pemerintah, para orang tua murid, warga sekitar, maupun komite sekolah ikut menjaga citra sekolah agar pihak sekolah tidak malu dalam lomba UKS mendatang,”sambung kepala sekolah.

Di luar unsur-unsur pendukung lomba UKS, kepala sekolah juga menuturkan pihaknya kekurangan tenaga pengajar mengingat dua orang guru telah meninggalkan sekolah tersebut pada bulan Juli lalu. Satu guru telah dinobatkan menjadi kepala sekolah di sekolah lain, dan satunya lagi meninggal dunia. Saat ini yang tersisa hanyalah lima guru, satu TU, dan satu kepala sekolah. Sehubungan dengan hal itu, pihak sekolah berharap agar pemerintah segera mengirimkan tenaga pendidik baru ke sekolahnya agar proses belajar mengajar murid yang berasal dari Banjar Anyar dan Banjar Baluk 2 berjalan mulus. balibicara/yuli astari

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar